Showing posts with label To be thinking. Show all posts
Showing posts with label To be thinking. Show all posts

Saturday, December 20, 2008

Bumi dan air : Air bah Nuh dan pemanasan global

Tulisan ini saya ambil dalam pendekatan ilmiah [natural] dan dengan metode perhitungan kasar [raw].

Tulisan ini tidak dimaksdukan untuk acuan penelitian ilmiah, namun lenih kepada penggalian kisah sejarah didalam alkitab yang ditinjau dari sisi ilmu pengetahuan modern.


______________________________________________________________

Pada mulanya

Gen 1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Bumi belum berbentuk seperti apa yg kita lihat dan kita kenali seperti saat ini



Namun bumi berbentuk bola air , karena seluruh permukaan tertutup oleh air



Sebelah kanan adalah bola air yang saya crop dari bola air [water drop] dari gambar sebelah kiri.

Sesungguhnya bola bumi ini tidak berbentuk bulat sebagaimana bulatnya sebuah bola, tetapi menyerupai buah apel yang cenderung datar bahkan masuk kedalam pada kedua buah kutub akibat berperan sebagai sumbu rotasi bumi.



Seperti apakah bentuk bumi [model bumi] tanpa air lautan?

Bayangkan sebuah buah kedondong



Kiri atas adalah buah kedondong lengkap dengan kulitnya.

Bayangkan, kulit ini adalah permukaan air yang menutupi bumi, sebagaimana bola air diatas.

Kemudian pelan-pelan, anda makan buah ini dengan cara digerogoti sampai habis kulit dan dagingnya, maka nampaklah kerangak biji buah kedondong itu [lihat gambar kanan bawah]

Biji buah kedondong ini menggambarkan model lempeng batuan bumi dan lempeng ini belum muncul ke permukaan air.

Lempengan ini mulai uncul membentuk daratan pada :

Gen 1:9 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian.

Peristiwa munculnya daratan kering ini ibaratnya seperti bunga Teratai [lotus] yang ada didalam air.



Sebagai ilustrasi, kuncup ini masih berada dibawah permukaan air, dan dalam proses perkembangan berikutnya, ia mulai mekar dan muncul diatas permukaan air.



Bunga lili ini mekar dan membentuk semacam daratan yang bisa di singgahi dan ditempati oleh : katak, belalang, kupu-kupu, penyu kecil, dll.


Air bah

Kemudian dalam suatu peristiwa Nuh, kembali bumi ini ditutp air

Gen 7:18 Ketika air itu makin bertambah-tambah dan naik dengan hebatnya di atas bumi, terapung-apunglah bahtera itu di muka air.
Gen 7:19 Dan air itu sangat hebatnya bertambah-tambah meliputi bumi, dan ditutupinyalah segala gunung tinggi di seluruh kolong langit,
Gen 7:20 sampai lima belas hasta di atasnya bertambah-tambah air itu, sehingga gunung-gunung ditutupinya.


Darimanakah datangnya air itu?

Air itu datang atau bersumber dari :

1. Air hujan yang terjadi selama 40 hari 40 malam.
2. Air laut itu sendiri

Untuk alasan kedua, ini bisa dilihat dari perumpamaan bunga lily, namun diputar balik [play in reverse], dari mekar kembali ke kuncup.

Kemudian kemanakah perginya air itu setelah surut?

1. Air menguap kembali
2. Proses mekarnya bunga lily
3. Air membeku dalam bentuk es [di kedua kutub] dan glaciers.


Gen 10:25 Bagi Eber lahir dua anak laki-laki; nama yang seorang ialah Peleg, sebab dalam zamannya bumi terbagi, dan nama adiknya ialah Yoktan.

Dalam masa kelahiran Peleg, daratan mulai terbagi [terpecah] kedalam berbagai benua dan pulau.

Dalam kondisi sebelum terbagi, daratan adalah berkumpul jadi satu dan cenderung memiliki ketinggian rata2 yang tidak tinggi menjulang [saya jelaskan dibagian belakang].


Volume bumi

Volume bumi dapat dihitung dengan formula sebagai berikut :


http://en.wikipedia.org/wiki/Volume_of_the_Earth

Dimana nilai Phi adalah konstanta sebesar : 3.14

Nilai R [radius] bumi, saya ambil dari sumber lainnya yaitu

a = Equatorial radius (6,378,137.0 m)
b = Polar radius (6,356,752.3 m)

Karena bola bumi berbentuk apel, maka radius dari titik pusat bumi ke garis equator [didefinisikan sbg b] tidak lah sama dengan radius dari titik pusat bumi ke 2 buah kutub yang ada [di definisikan sbg a]

Maka radius rata-rata yang dipakai adalah :


http://en.wikipedia.org/wiki/Earth_radius

Bila nilai tersebut dimasukkan kedalam formula diatas, maka akan didapat :
R = 6,371,008.77 meter

Maka Volume bumi [V] akan didapat sebesar : 1,082,662,246,406,510,000,000.00 meter^3 [kubik]


Pemanasan Global

Kembali ke peristiwa air bah dimasa Nuh, maka asumsi ketiga adalah bahwa sebagian air tadi membeku membentuk es dan glaciers.

Note:
Perhitungan ini hanya melibatkan faktor es dan glaciers saja


Perkiraan volume es yang ada :

Quote:

"Water is not only fascinating, but it is also one of the most important and ubiquitous substances on Earth. There are 1.3 × 10^9 km3 of water in the oceans, 3.3 × 10^7 km3 in the polar ice caps, 2 × 10^5 km3 in glaciers, 105 km3 in lakes, and 1.2 × 10^3 km3 in rivers. In addition, 2.2 × 10^5 km3 of water fall annually as precipitation."

http://hypertextbook.com/facts/2000/HannaBerenblit.shtml

Maka total volume es baik di kutub utara [Greenland] maupun dikutub selatan [Antartica] adalah : 3.3 × 10^7 km3 [atau 33,000,000,000,000,000.00 m^3]
dan 2 × 10^5 km3 [atau 200,000,000,000,000.00
m^3]yang ada di gunung2.

Sehingga total es dan galcier di bumi ini sebesar : 33,200,000,000,000,000.00 m^3

Bila semua es ini mencair, maka akan menambah volume [baca : meningkatkan permukaan air laut] bumi menjadi :

Volume 1 [awal] = 1,082,662,246,406,510,000,000.00 m^3
Delta V [es mencair] = 33,200,000,000,000,000.00 m^3

Total Volume = 1,082,695,446,406,510,000,000.00 m^3

Note :

1. Tidak memperhitungkan efek anomali air
2. Tidak memperhitungkan masa atau volume es dibawah permukaan air [Hukum Archimedes]

Perhitungan ini semata-mata hanya untuk memperkirakan efek pemanasan global serta menghubungkan nya dengan peristiwa air bah di jaman Nuh.


Kenaikan minimal

Dari data volume baru ini, maka kita dapat menghitung kenaikan permukaan air laut berdasarkan rumus volume bumi.

V = 4/3*Phi*R1^3

R1 adalah radius baru bumi akibat kenaikan volume air laut [kenaikan permukaan air laut]

R1^3 = V/(4*Phi)*3

R1 =(V/(4*Phi)*3)^(1/3)

Bila dimasukkan kedalam formula diatas maka akan didapat

R1 = 6,371,073.89 m

Delta R (dR) adalah selisih R1 dikurangi R [lihat R atas]

dR = 65.12 m

dR ini menunjukkan kenaikan level permukaan air laut bila semua es di kutub dan glaciers mencair akibat pemanasan global.

Ini artinya semua pulau dan bangunan yang memiliki ketinggian dibawah 65.12 meter diatas permukaan air laut [PAL]akan tenggelam



Kenaikan maksimal

Air laut menguasi 71% permukaan bumi

Quote:

Elevation histogram of the surface of the Earth—approximately 71% of the Earth's surface is covered with water.

http://en.wikipedia.org/wiki/Earth#cite_ref-79

Maka ini berarti menyisakan 29% wilayah daratan yang terangkat.

Dengan demikian perhitungan minimal diatas masih perlu dikoreksi, karena efek penambahan volume es dan glacier yang mencair tadi hanay akan berakibat menaikkan volume dan permukaan air laut saja.

Note:

Diasumsikan bahwa selurih daratan itu berdiri tegak lurus dan menghambat atau manahan air laut sehingga bisa mengangkat permukaan air laut


dD [delta D] yaitu selisih volume pencairan es yang akan kita pakai untuk perhitungan ulang adalah sebesar : 29%.

Kemudian besarnya selisih sebesar 29% ini ditambahkan kedalam formula Volume bumi diatas.

Begitu selanjutnya, hasilnya akan kita ambil 29% hasil perhitungan untuk menghitung volume bumi yang baru.

Bila diformulasikan akan berbentuk sebagai berikut :

dD = E (29/100)^(n+1), dimana n=0 sampai tak berhingga

n nilai dD

0 0.29000000000000000000
1 0.08410000000000000000
2 0.02438900000000000000
3 0.00707281000000000000
4 0.00205111490000000000
5 0.00059482332100000000
6 0.00017249876309000000
7 0.00005002464129610000
8 0.00001450714597586900
9 0.00000420707233300201
10 0.00000122005097657058

Karena semakijn tinggi nilai n, nilai dD semakin kecil maka saya batasi saja sampai n ke 10

Maka total didapat dD = 0.40845020589467200000

dD ini kita masukkan kedalam faktor dV, sehingga dV total menjadi 1 + dD kali lipat atau menjadi sbesar : 1.40845020589467200000 kali [sekitar 140%]


Maka akan didapat delta Volume baru es dan glacier yang mencair sebesar : 46,760,546,835,703,100.00 m^3

Maka Volume baru bumi adalah menjadi


V = 1,082,709,006,953,350,000,000.00 m^3

Dari sini kita hitung kembali nilai R radius bumi, maka akan didapat radius baru sebesar :

R = 6,371,100.49 m

Atau dengan kata lain, ada penambahan panjang radius bumi sebesar 91.72 m.

Hal ini berarti seluruh bangunan atau daratan yang memiliki ketinggian dibawah 91.72 m akan tenggelam bila seluruh es dan glaciers encair


Seluruh daratan yang nampak yang tenggelam

Apabila seluruh daratan yang ada diselurh permukaan bumi ini diratakan - artinya tidak ada yang tingi dan tidak ada yang rendah, maka daratan ini akan menutupi bumi. Ia akan membentuk kulit bola bumi, namun kondisinya akan mengkerut sebab radius yang didapat akna lebih kecil dari radius bumi saat ini.

Ini ibaratnya membuat rajutan 21% kulit bola untuk membetuk bola baru, maka pasti ukurannya kana lebih kecil.
[color]
Faktanya adalah, bila hal ini terjadi, maka daratan bumi akan tenggelam kedalam air laut sedalam 2.75 km![/color]

Quote:

The mass of the oceans is approximately 1.35×1018 metric tons, or about 1/4400 of the total mass of the Earth, and occupies a volume of 1.386×109 km³. If all of the land on Earth were spread evenly, water would rise to an altitude of more than 2.7 km

11.^ ^ The total volume of the Earth's oceans is: 1.4×109 km³. The total surface area of the Earth is 5.1×108 km². So, to first approximation, the average depth would be the ratio of the two, or 2.7 km.

http://en.wikipedia.org/wiki/Earth#cite_note-79




Salam

ps:

Tidak perlu dibingungkan soal perhitungan diatas, cukup lihat hasil perhitungan dan efek pemanasan global terhadap tenggelamnya beberapa pulau baik besar maupun kecil

Bila ada yang berminat untuk mengoreksi serta mengembangkan tulisan ini, dipersilakan

Monday, June 30, 2008

Ketika Tuhan menjawab doa kita

Anak muda itu berjalan tanpa arah tujuan.

Pikirannya liar.

Usianya telah beranjak 30 tahun, namun dirinya belum tahu langkah apa dan kemana harus dia ambil.

Terlebih kedua orang tuanya : Mau jadi apa anak ini nanti?

Semua saudara-saudarinya telah sukses menjadi orang.

Kini tinggal dirinya sendiri yang masih menunggu dan ditungu jawabannya : Quo Vadis?



Hari itu, dalam pencarian hidupnya tiba-tiba matanya tertuju pada sosok bayi mungil yang baru saja lahir yang dibuang oleh orang tuanya.

Hatinya terkesiap :

Mau jadi apa bayi ini yang tega dibuang oleh orang tuanya?

Pertanyaan itu menusuk hatinya.

Ya

Mau jadi saya saat ini?


Akhirnya dia mengambil bayi itu, merawat dan membesarkanya.

Ia mendirikan panti asuhan dan mendedikasikan hidupnya bagi anak-anak terlantar yang dibuang oleh orang tuanya.

Itulah panggilan hidupnya dari Tuhan.

Dia dipanggil oleh Tuhan untuk melayani anak-anak terlantar.

Dia memulai bersama Tuhan.

Dan dia pun mau mengakhiri bersama Tuhan.


Pada suatu hari, yayasannya mengalami kekurangan dana dan pangan.

Anak-anak yang biasanya tercukupi makan nasi, kali ini harus memasak beras dengan perbandingan air 1:6, alias masak bubur.

Toh dia tetap membawa dalam doa kepada Tuhan.

Bila Tuhan mempercayakan anak-anak ini dalam tangannya, maka Tuhan sendiri pun yang akan memelihara mereka.

Dia mulai duduk bersimpuh, melipat tangannya dan berdoa.


Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
(ITB - Mat 6:9-13)

"Therefore, this is how you should pray: 'Our Father in heaven, may your name be kept holy. May your kingdom come. May your will be done, on earth as it is in heaven. Give us today our daily bread, and forgive us our sins, as we have forgiven those who have sinned against us. And never bring us into temptation, but deliver us from the evil one.'
(ISV - Mat 6:9-13)

Sesaat kemudian, masuklah seorang pria paruh baya yang baik budi [a genteleman].

Saudaraku,

Ketahuilah, saya datang kemari karena saya hanya mau taat kepada Tuhan

Ketika saya dalam doa pribadi saya, Tuhan menyuruh saya untuk membawa kopor sebesar mungkin dan memasukkan uang sebanyak mungkin kedalamnya.

Dan membawa serta menyerahkan kepadamu anak muda.

Dengan uang sebanyak ini, kamu tidak perlu kuatir sepanjang hidupmu untuk mengurusi dan memenuhi segala kebutuhanmu.



Anak muda itu duduk terdiam.

Hening

Kemudian dia berucap


Beri saya waktu tiga hari.

Saya akan berdoa dulu apakah saya boleh menerima pemberian dari anda atau tidak.


Tiga hari kemudian, gentelman ini datang kembali sambil membawa koper yang berisi uangnya yang semula.

Anak muda ini pun berucap

Bapak,

Terimakasih atas perhatian bapak sehingga sanggup memberikan yang terbaik dari Bapak buat saya, agar saya tidak merasa kuatir untuk kekurangan seumur hidup saya.

Benar, dengan uang itu saya tidak perlu kuatir seumur hidup saya mengenai apa yang hendak kami makan dan apa yang hendak kami pakai [Mat 6:25].

Akan tetapi saya justru akan menjadi kuatir kehilangan kasih Yesus yang saya perlukan setiap saat.

Saya tidak lagi mengandalkan Yesus, tetapi mengandalkan pemberian anda.

Jadi saya mohon maaf atas penolakan saya ini.

Biarlah kami hidup dari pemberian Tuhan setiap hari

Lord, Give us today our daily bread

Not yesterday bread

Not tomorrow bread

Not weekly bread

Not montlhy bread

Not yearly bread

Not a whole long life bread

But,

Just give us OUR DAILY bread, which is always FRESH





with warm regards

adaptasi dari khotbah
Rev. Dr. Jong Kuk Kim
Rock Center, 29 Juni 2008

Friday, June 27, 2008

Pre and post examination

Ketika saya masih dibangku kuliah, pernah suatu kali tiba-tiba dimasa awal kuliah sebuah mata kuliah sang dosen memberikan pre test, yaitu test mata kuliah yang sedang dan akan dipelajari.

Sebagian besar dari kami tentu saja kelabakan

Lha wong baru mau belajar kog malah ditest ta

Jadi inget sekolah jaman sekaran ini, masuk play group ditest, masuk TK ditest, masuk SD ditest

Lha masuk playgroup kn tujuannya buat bermain [eksplorasi kemampuan]

Masuk TK kan mau belajar

Masuk SD kan mau belajar supaya bisa

Kog ini malah ditest bisa apa tidak

Belajar kan tujuannya supaya bisa

Kalau sudah tahu bisa ngapain juga belajar

Ngapain juga masuk Playgroup

Ngapain juga masuk TK

Ngapain juga masuk SD

...

Namun meskipun kami belum tahu apa-apa atau hanya tahu seberapa, kami berusaha lakukan dan kerjakan yang terbaik saat menjawab soalan tersebut, dengan harapan akan mempengaruhi atau membantu nilai kelulusan mata kuliah saat ujian akhir [post test] pada akhir semester besok.


Waktu pun berlalu

Tak terasa musim akhir semester telah tiba dan kami pun mengikuti ujian akhir semester semua mata kuliah yang telah kami ambil.


Lagi-lagi kami dikejutkan dengan satu mata kuliah

Ternyata soal ujian yang diberikan pada post test [examination] ini sama persis dengan soal ujian pre test dulu.

Ada yang cengar-cengir

Ada yang senyum kecut dan tawar hati

Kog ini-ini lagi sih soalnya, ndak mutu ah ...



Demikian pula dengan kehidupan kita sehari-hari

Kadang kita selalu menghadapi masalah yang itu-itu saja

Dari hari ke hari

Dari minggu ke minggu

Dari bulan ke bulan

Dari tahun ke tahun

Sepanjang hidup kita


Mahasiswa yang tidak lulus mata kuliah diatas, pastinya dia akan mengulang tahun depan [bisa juga semester depan atau semester pendek yang ditawarkan]

Namun nasibnya akan sama apesnya juga bila dia tidak mau belajar dari soal ujian yang telah dihadapi sebelumnya

Dia akan mengulang dan mengulang sampai dia benar-benar mengerti dan dinyatakan lulus

Dia tidak akan lulus ujian ini dan selalu akan menghadapi soal ujian yang sama bila dia tidak sanggup mengatasinya.



Perkara-perkara yang kita hadapi adalah perkara-perkara yang harus kita selesaikan, bukannya harus kita hindari.

Masalah ada untuk kita pecahkan.

Kita ada untuk memecahkan masalah.

Bukankah kita ini lebih dari pemenang?

Rom 8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Kita menang bukan karena diri kita sendiri, tetapi karena Kristus

Joh 16:33 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

Yesus telah mengalahkan dunia

Kita telah mengalahkah dunia

Dunia apapun itu

Dunia keuangan

Dunia pekerjaan

Dunia bisnis

Dunia persahabatan

Dunia ekonomi

Dunia mertua

Dunia menantu

Dunia ipar

Dunia-dunia lain


Pastikan anda juga seorang pemenang

Bahkan lebih dari pemenang


Pro 27:17 Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.





with warm regards

Monday, June 9, 2008

Giwang dan septitank



Pada suatu hari, ada seorang ibu menghubungi seorang pendeta via telepon sambil menangis-nangis.

"Pak, tolonglah saya " pinta ibu ini sambil sesenggukan dari seberang.

"Ada apa ta , Ci?" jawab bapak pendeta.

"Giwang saya kecemplung dalam toilet, Pak" kata sang ibu. Masih dalam nada yang sesenggukan.

"Lho kan Cece bisa beli lagi ta" pak pendeta mencoba menghibur

"Bapak ini ndak tahu" seskali suaranya nampak tersendat-sendat

"Berapa karat sih Ci" tanya pak pendeta penasaran.

"Seperempat karat Pak " jawab sang ibu.

"Lha kalo cuma seperempat karat kan itu kecil sekali Ci " sekali lagi bapak pendeta mencoba menghibur. Terlebih bapak pendeta ini mengerti betul kalau ibu ini adalah orang berada.

"Bapak ini ndak ngerti" lagi-lagi ibu ini tetap mengatakan bahwa bapak pendeta ini tidak mengerti permasalahannya.

"Pak, itu giwang merupakan gift dari alm. suami saya yang dibeli dari gaji pertama kali suami saya kerja Pak. Itu merupakan permata terbaik saya. Ia adalah mutiara terindah dari segala harta milik saya Pak" penjelasan ini membuat bapak pendeta terdiam.

Kemudian bapak pendeta ini memanggil jasa penyedotan septitank untuk menyelesaikan kasus ini.




Hari berikutnya ibu ini sudah nampak ceria lengkap dengan sepasang giwang di telinganya.

"Trimakasih lho Pak atas solusinya " sang ibu membuka pembicaraan.

"Critanya bagaimana bu?" tanya pak pendeta.

Kemudian sang ibu ini menceritakan detail kisah penyelamatan giwang yang terhilang ini.

Ibu ini bercerita, ketika isi septitank tinggal seperempat kaki, beliau turun tangan dan masuk kedalam septitank.

Rumah ibu ini masih model lama, sehingga model septitanknya pun juga model lama sehingga memungkinkan beliau masuk dan turun tangan.

Yup!

Turun tangan.

Ibu ini dengan rela dan suka cita mengobok-obok kotoran manusia dengan tangannya sendiri. Dia rela mengotori tangannya.

Usahanya tidak sia-sia.

Ketika ibu ini menemukan giwangnya diantara tumpukan kotoran manusia : dia bersorak dan membersihkannya dengan tissue dan langsung memakainya.

Ketika ibu ini menemukan mutiaranya yang hilang, dia bersorak-soarai, dia mengundang banyak orang untuk datang kedalam pesta merayakan kembalinya giwang kesayangannya yang hilang.

(kisah disadur dari kjisah nyata dalam kotbah Bapak. Pdt. Ir. Timotius Arifin DPM tanggal 8 Juni 2008 di Rock Center)


Bila sang ibu saja rela turun tangan , terjun diantara kotoran manusia, terlebih Allah yang penuh kasih.

Dia rela turun tangan, menanggalkan keIlahianNya [Tuhan, Tuan] dan mengambil rupa seorang hamba [manusia].

Dia berkenan turun tangan dan mencari manusia diantara tumpukan kotoran yang najis, lebih kotor dari kotoran manusia : dosa.


Heb 2:6 Ada orang yang pernah memberi kesaksian di dalam suatu nas, katanya:
"Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya, atau anak manusia, sehingga
Engkau mengindahkannya?

Manusia dibuatnya menjadai sangat berharga dimatanya sehingga Dia rela untuk turun dan mencari yang hilang diantara semua kotoran dosa manusia.

Dia yang tidak kotor [Maha Kudus] dibuatnya menjadi kotor [najis].

Dia yang tidak berdosa dibuatnya menjadi berdosa.

2Co 5:21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita,
supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

Dia tidak sekedar membersihkan manusia dengan tissue, namun dia membersihkannya dengan air yaitu air kehidupan, yakni Darah Anak Domba.

1Co 6:11 Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah
memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam
nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.


Eph 1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,


Tuhan mencari yang terhilang, sama seperti ibu tadi yang mencari perhiasannya yang paling berharga, maka manusia adalah milik kepunyaan Allah yang paling berharga.

Psa 17:8 Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan
sayap-Mu


Zec 2:8 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu--sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya--:



...maka bertindaklah dan berperanlah sebagai biji mata selayaknya harus berperan dan bertindak




with warm regards