Wednesday, August 13, 2008

Apakah kebenaran itu?

Dengan tangan dipinggang, lelaki ini bertanya kepada sesosok manusia didepannya 

John 18: 38 Pilate saith unto him, What is truth? And when he had said this, he went out again unto the Jews, and saith unto them, I find in him no fault at all. 

"Apakah kebenaran itu? " tanya Pilatus 

Tanpa menunggu jawaban 

Tanpa menacrai tahu apa itu jawaban atas pertanyaannya, Pilatus berbalik dan pergi 

Pergi tanpa mengetahui apakah kebenaran itu 



Tadi malam saya dibangunkan oleh Tuhan Yesus. 

Uuughh 

Dengan menahan rasa kantuk dan terkantuk-kantuk, saya ikuti langkah Tuhan Yesus. 

Wuih, gelap dan dingin seperti ini saya mengikuti langkahNya dari belakang sambil merangkul bahuku sendiri menahan dingin. 

Hmmm ternyata setelah memutar kesana kemari, tahulah saya tujuan akhirnya. 

Warnet yang buka online 24 jam! 

Setelah saya memesan kopi di warung sebelah, saya diajak Tuhan Yesus untuk browsing internet [eh ternyata Tuhan Yesus tidak katrok lho , Dia tahu semuanya ini] 

Setelah browse sana browse sini yang hanya iseng-iseng [menurut saya], maka saya diarahkan kepada sebuah situs ini 

Saya duduk disamping Tuhan Yesus. 

Saya perhatikan Dia sedang asyik membaca 

Sesaat tersenyum 

Saat lain tersenyum lagi 

Tersenyum dan tersenyum 


Saya penasaran , kenapa ya kog Tuhan Yesus tersenyum terus? 

Kemudian saya ikuti apa yang dibaca oleh Tuhan Yesus. 

Ough 

Ternyata Tuhan Yesus sedang membaca diskusi [debat] antara Gunrider dan Madonna, cukup rame juga. 

Ketika Tuhan Yesus membaca posting dari Madonna, Dia mengangguk-anggukkan kepala dan tersenyum. 


Kemudian Dia membaca tanggapan Gunrider 

Tuhan Yesus juga mengangguk-anggukkan kepala dan tersenyum 

Begitulah, setiap kali Tuhan Yesus membaca post masing-masing member, Dia tersenyum 

Eergh saya heran sama Tuhan Yesus 

Saya memberanikan diri bertanya 

"Lho, Tuhan Yesus ini kog senyam-senyum kepada semua sih." 

"Sebenarnya, Tuhan ini memihak dan membela siapa?" 

"Madonna kah?" 

"Gunrider kah?" 

"Siapa yang benar dari antara mereka Tuhan?" 

Tuhan Yesus menoleh sesaat dan tersenyum 

"Moe, aku tidak memihak siapa-siapa" jawab Tuhan Yesus 

"Trus kenapa Tuhan tersenyum-senyum?" tanya saya 

"Aku tersenyum karena aku menikmati diskusi mereka, itu saja" jawab Tuhan Yesus. 

"Aku tidak memihak mereka siapa yang benar" 

"Sebab Akulah Kebenaran itu" 

"Lho tapi kan mereka masing-masing sedang membela Engaku Tuhan" sanggahku 

"Lihat, mereka sangat briliant, smart dan dengan penuh dedikasi membela Engkau dari berbagai serangan luar sana" 

"Bahkan serangan-serangan dari dalam pun" 

"Moe, ketahuilah" Tuhan Yesus menenangkan saya 

"Kebenaran itu tidak perlu dibela" 

"Kebenaran itulah yang akan membela dan memerdekanan" 

"Kebenaran itulah yang akan membebaskan" 

"Kebenaran akan sanggup membela dirinya sendiri" 

"Yang harus kalian lakukan adalah menyuarakan dan mewartakan kebenaran itu" 

"Bukan membela kebenaran itu" 

"Bila engkau membela kebenaran itu dengan cara demikian, maka susungguhnya engkau hanyalah membela dirimu sendiri" 

Saya terdiam dan merenung 

Aaaargh 

"Moe, bila apa yang kamu sampaikan tidak diterima mereka, kamu jangan kecewa" 

"Kamu jangan sakit hati" 

"Kamu jangan marah" 

"Kamu jangan sedih" 

"Mengapa kamu harus bersikap seperti itu?" 

"Apakah kamu pemilik kebenaran itu?" 

"Kamu hanya menyuarakan saja" 

"Kamu adalah manusia biasa" 

"Apa yang kamu sampaikan bisa benar" 

"Apa yang kamu sampaikan bisa salah" 


"Lho bisa salah bagaimana Tuhan?" protes saya 

"Bukankah saya sudah memiliki karunia bahasa Roh?" 

"Bukankah saya memiliki karunia pengetahuan?" 

"Bukankah saya memiliki karunia-karunia lain?" 


"Benar, Moe" jawa Tuhan Yesus 

"Tetapi engkau tetap saja manusia" 

"Engkau tetap saja hambaKu yang banyak kelemahan dan kekurangan" 

"Aku juga memilih mereka untuk melengkapi kamu" 

"Aku memilih kamu untuk melengkapi mereka" 

"Saling berbagi dan saling membangunlah" 


"Tetapi Tuhan, mengapa Tuhan tidak menyempurnakan saya saja" tanya saya 

"Atau menyempurnakan hambaMu yang lain, biar tidak terjadi kekacauan?" 


"Kasih karuniaKu padamu adalah cukup dan tidak berkekurangan, Moe" 

"Bukankah dalam kekurangan dan kelemahanmulah, kuasaKu akan sempurna?" 

"Ataukah kamu ingin menjadi sempurna sehingga tidak memerlukan Saya lagi?" 

"Akankah kamu mengikuti jejak Lucifer?" 


Saya terdiam tercekat 


"Lakukan bagian yang ada padamu" lanjut Tuhan Yesus 

"Mereka benar atau salah, itu adalah bagianKu" 

"Akulah Tuan mu dan Tuan mereka" 

"Akulah yang berhak" 

"Akankah kamu mengambil bagianKu dari padaKu, Moe?" 


Ooopps [saya menahan nafas] 


"Moe, Aku mau kalian melakukan bagian kalian dengan kasih" 

"Aku tidak mau kalian melakukannya dengan kekuatan kalian" 

"Kamu susah payah membela, membantah mati-matian demi Aku" 

"Tetapi sesungguhnya, kamu melakukan itu untuk dirimu sendiri" 

"Akankah kamu mengikuti jejak para rasul ketika mereka sedang didalam perahu dan menyeberangi danau Galilea?" 

"Yang ketika perahu diterjang ombak badai, mereka pada ribut" 

"Mereka menyibukkan diri untuk menyelamatkan kapal?" 

"Mereka tidak mempedulikan bahwa Diriku ada didalam kapal itu" 

"Bukankah Aku pemilik kapal itu, Moe?" 

"Keselamatan kapal adalah tanggung jawabKu" 

"Kebenaranan sebuah kebenaran adalah wewenang dan tanggung jawabKu" 

"Jangan sekali-kali menjamah bagianKu...." 

Gdubraakkkk 

Gerobak tukang bakso menabrak sepeda motor yang diparkir dipinggiran jalan 

Dan saya pun terbangun.... 


Hmmmm 

Saya melirik jam weker 

Ughhh kenapa jam segini masih saja ada tukang bakso lewat sih? 

Ganggu orang tidur saja 

with warm regards

No comments: