Thursday, May 22, 2008

Kerikil-kerikil yang menyakitkan

Pada tahun 2001/2002 yang lalu, saya sempat pergi kedaerah Sumbawa , NTB dalam rangka survey pemasaran HP Satelit Ericsson R190.

http://wb4.indo-work.com/pdimage/30/465030_tlpsatelitr190.jpg
Ketika saya mendarat di bandara dan segera menguji R190 dan layanan kartu Byru Access, saya langsung ditertawakan oleh orang-orang disana. Maklum saat itu kalau tidak salah, jaringan GSM belum masuk kesana.

R190 dengan layanan Byru Access ini memiliki jangkauan yang luas [Asia Pasifik] dengan hanya dilayani oleh satelit tunggal. Ia bisa menjangkau daratan dan lautan dalam cakupan layanannya [coverage area]

Setelah saya menyelesaikan urusan dengan salah satu klien disana, pada keesokan harinya saya pergi ke suatu daerah pesisir laut utara [saya lupa nama daerahnya], disana banyak terdapat ternak budidaya kerang mutiara.

Dengan naik perahu sampan, saya diantar ke perairan yang lumayan jauh dari daratan. Kebetulan pengusaha budidaya kerang mutiara ini orang dari Jepang, dengan mempekerjaan penduduk sekitar.

Ditengah laut saya mendemonstrasikan kemampuan HP ini. Mereka ndak percaya kalau ditengah lautan bisa melakukan panggilan telepon. Jangankan ditengah lautan, lha wong di kota saja belum terjangkau. Namun begitu mereka saya suruh test call ke sanak saudaranya, mereka berdecak kagum. Sayang, kekaguman ini tidak diikuti oleh kekaguman sang pengelola [Jepang], dia lebih asyik bekerja dan menolak tawaran saya.

Akhirnya saya gantian yang memperhatikan bagaimana mereka bekerja, 'menanam', merawat dan menuai kerang-kerang mutiara.

http://risikan.lkim.gov.my/Moluska/Kerang.JPG

Para pekerja sibuk membersihkan kerang-kerang bibit yang ada, lumut-lumut , tanaman atau binatang laut pengganggu lainya disikat dan dibersihkan. Pembersihan ini dibawah pancuran air laut yang disedot dengan mesin pompa diesel [cukup berisik , sehingga kami haru berbicara dengan volume tinggi]

Sementara kelompok pekerja lainnya mengambil kerang bibit yang sudah bersih.

Dengan sedikit paksaan, mereka membuka cangkang kerang itu secara perlahan agar tidak melukai atau merusak.

Kemudian mereka mengambil sebutir kerikil dan menaruhnya didalam tubuh kerang, diantara daginmg-dagingnya yang lunak.

Setelah itu cangkang kerang pun ditutup kembali.

Selanjutnya kerang ini diikat melekat pada jaring dan dimasukkan kedalam laut.

Secara berkala, kerang ini dibersihkan dari kotoran dan sampai pada saat penuaian.


Bayangkan, sebuah kerikil yang meskipun nampak halus dan lembut, hal ini akan terasa kasar dan menyakitkan bagi sang kerang yang bertubuh lunak .

Ya, sebuah kerikil yang menyakitkan berada di dalam tubuhnya.

Sebuah debu halus kecilpun akan sangat menyakitkan bila mengenai mata kita. Kita akan kesakitan dan merasa tidak nyaman.

Demikian juga dengan kerang-kerang ini.

Ada tiga jenis kerang

Pertama

Kerang jenis ini tidak bisa menerima kenyataan bahwa ada benda asing didalam tubuhnya.

Dia tidak mau menerima keadaan yang sangat menyakitkan ini, maka dia lebih baik memilih mati daripada hidup menanggung penderitaan.

Kedua

Kerang jenis kedua adalah kerang yang sama sekali juga tidak mau menerima adanya benda asing dalam hidupnya yang menyakitkan bahkan telah melukai dirinya. Namun dia tidak mau mati, maka dengan segala cara dia memuntahkan kembali kerikil ini.

Ketiga

Kerang jenis ini adalah kerang yang memiliki daya tahan hidup yang tinggi. Dia tidak mau mati, namun dia juga tidak bisa menghindari kerikil ini. Maka dia berpikir positif, sebab dia tahu, dia dirawat dan dijaga oleh tuannya. Dia percaya, tuannya pasti punya rencana yang bagus bagi dirinya ketika tuannya memasukkan kerikil yang menyakitkan itu kedalam tubuhnya, kedalam hidupnya.
Sebagai ganti mengeluh, maka dia mengolah kerikil tajam dan menyakitkan ini agar tidak lagi menyakitkan dan melukai lagi dirinya. Dia kemudian mengeluarkan zat-zat untuk membungkus dan melapisi kerikil ini, sebagai bentuk pertahanan diri. Zat ini disebut sebagai : nacre

Columbia Encyclopedia: mother-of-pearl
or nacre ('kər) , the iridescent substance that forms the lining of the shells of some fresh-water and some salt-water mollusks. Like the pearl it is a secretion of the mantle, composed of alternate layers of calcium carbonate and conchiolin.

Nacre, also known as mother of pearl, is an organic-inorganic composite material produced by some mollusks. It is strong and resilient, and appears irridescent. Pearls and the inside layers of an oyster shell are made of nacre.



Dengan sabar dan tekun, kerang ini membungkus kerikil ini lapis demi lapis sampai akhirnya

[mod2.jpg]

Terbentuk mutiara yang sangat indah dan berharga

Maka ketika musim penuaian tiba, kerang jenis ketiga ini sangat dipuji dan dihargai oleh tuannya : engkau telah taat dan setia hai hambaku yang baik, maka masuklah kedalam perjamuanKu

Sementara itu kedua jenis kerang lainnya dibuang ketempat sampah dan dibakar.



with warm regards

No comments: