Monday, December 3, 2007

Antara Tahta - Menyembah - Persembahan


[ITB] Rev 19:16 Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."

[IS] Rev 19:16 On his robe and his thigh he has a name written: "King of Kings and Lord of Lords."


Raja dan tahta




Siapakah yang duduk diatas tahta?
Siapakah yang berdiri atau duduk disekeliling tahta?
Ada apa sajakah disekeliling tahta?




Here the 17th king of Muli is wearing the robes and headress of a temporal ruler.



King Sennacherib (Sanherib - II Raja-raja 18:13) who is seated on his royal throne in front of his tent and facing the city



This relief shows King Seti I on his throne at his coronation carrying the crook and flail scepters symbols of kingship, wearing the Atef crown and supported on one side by Edjo, the cobra Goddess of Upper Egypt and by Nekhbet, the vulture Goddess of Lower Egypt in the missing part of the relief, both in the guise of elegant Queens.






All the 34 raja's, patihs and orang kaya's of Ambon together with their staff and their banners with the symbols of the three kingdoms. About 1920. In the middle with crown: raja Leonard L. Rehatta van Soya. Photographer unknown.
Picture from Pusaka (Indonesian Kingdoms Documentation Centre) in Vlaardingen (the Netherlands), used with permission of secretary Donald P. Tick.


Ini adalah tahta




Tahta dengan payung putih dan kuning keemasan dikiri kanan tahta, sebagaimana sering dipakai oleh para raja-raja di dunia ini



(Tahta yang menjulang tinggi berwarna keemasan)

Padmasana dapat diartikan sebagai singgasana Sang Hyang Widhi, menurut kepercayan Hindu Bali, Sang Hyang Widhi bersinggasanakan Padma/bunga teratai (lotus).Secara filosofi, teratai ini walaupun hidup dalam lumpur namun tak sedikitpun lumpur dapat menempel pada bunganya. Dengan tidak adanya kotoran yang melekat ini merupakan simbul bahwa kesucian itu akan bebas dari segala kemelekatan (noda).
Teratai berhelai mahkota bunga delapan buah (asta dala), dijadikan simbul stana Asta Dewata (delapan manifestasi Prabhawa Hyang Widhi).



Membawa persembahan kepada sang raja




Sikap sujud menyembah raja




Persembahan kepada raja




Tiap pagi, setelah selesai masak masakan hari itu (terutaman nasi), mereka tidak akan makan masakan tersebut sebelum mereka memberikan persembahan sebagai 'buah sulung'. Persembahan ini bisa hanya terdiri dari nasi putih saja atau dalam kesempatan tertentu berisi nasi dari beras [yang di] warna-warnai


Buah sulung bagi sang raja








So...

Bagaimana kah dan Siapakah Tuhan yang kita sembah?

[ITB] Rev 19:16 Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."

[IS] Rev 19:16 On his robe and his thigh he has a name written: "King of Kings and Lord of Lords."



Sudahkah kita memilik sikap menyembah yang benar?

Rev 14:7 dan ia berseru dengan suara nyaring: "Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air."

Rev 19:10 ... Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat.

Rev 22:9 ... Sembahlah Allah!


Sudahkan kita memberikan persembahan yang benar dan dengan cara yang benar?

Luk 20:25 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Kalau begitu berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!"

Psa 22:3 (22-4) Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.

Psa 100:4 Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!

Psa 5:7 (5-8 ) Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.


Layakkah kita bersikap seperti ini saat menghadap Sang Raja?


1. Sikap kurang 'modal'




2. Sikap kurang 'kerja'



3. Sikap kurang 'makan'



4. Sikap kurang 'tidur'



5. Sikap kurang (kurang) 'sujud'


(ps. kurang (kurang) sama artinya dengan - - yang berarti berlebihan)

Sudahkah Dia bertahta dalam hati kita (roh)?

Sudahkah kita persembahkan seluruh hidup kita kepadaNya sebagai persembahan yang benar, hidup, kudus, berkenan dan layak?

Sudahkah Dia berkuasa dalam seluruh kehidupan kita - dan bukan sekedar bertahta dan berkuasa dalam bilik relung hati kita saja?


Salam

No comments: