Friday, April 18, 2008

Tenda Biru




Dengan langkah gontai nan lesu, Minoel melangkahkan kakinya keluar dari kerumunan pesta



Air mata bercucuran



Dia berusaha dengan sisa-sisa kekuatanya menegarkan kedua tanganya untuk menutup kedua telinganya

Namun apa daya, Desy lebih tangguh ketimbang dia


Tak sengaja lewat depan rumahmu
Ku melihat ada tenda biru
Dihiasi indahnya janur kuning
Hati bertanya pernikahan siapa

Tak percaya tapi ini terjadi
Kau bersanding duduk di pelaminan
Airmata jatuh tak tertahankan
Kau khianati cinta suci ini

( korus)
Tanpa undangan
Diriku kau lupakan
Tanpa utusan
Diriku kau tinggalkan
Tanpa bicara
Kau buat ku kecewa
Tanpa berdosa
Kau buatku merana
Ku tak percaya
Dirimu tega
Nodai cinta
Khianati cinta





Minoel segera menyetop taxi seadanya



Minoel mengeluarkan selembar Mitu untuk sekedar menahan tetesan air matanya sambil sesekali melihat sebuah nama yang tidak asing lagi di kartu undangan di pangkuannya.



"Ah....Mas Joe....." Minoel mendesah gundah gulana

Sesekali Pak Sopir memperhatikan Minoel dari kaca



Pak sopir memberanikan diri bertanya kepada Minoel, sembari memecah kebekuan suasana dalam taxi yang semakin dingin oleh AC dan guyuran air hujan diluar sana.

"Mohon maaf Mbak, bila saya telah lancang..."

"Ditinggal kawin pacar ya Mbak?"

"Memang Mbak, kebanyakan anak muda sekarang pada buaya lah, habis manis sepah dibuang lah"

"Cari anak jendral lah"

"Cari janda kaya lah"

"Saya turut berduka ya Mbak" celoteh pak sopir cukup lancar, namun tidak selancar jalan yang dilaluinya.

Ah Jakarta memang bukan Jakarta bila tidak macet.



Kali ini Minoel memperbaiki posisi duduknya dan tersenyum manis

Akibatnya cukup fatal : air matanya mengalir tambah deras seperti air terjun yang indah



Pak sopir berhenti bicara


Minoel mencoba menahan air matanya

Minoel mengatur nafasnya

Dan berbicara terus terang :

"Pak, saya ndak ditinggal kawin kog" jawab Minoel.

"Lha terus kenapa Mbaknya kog menangis?" tanya pak sopir.

Minoel tersenyum

"Iya Pak, saya menangis malu" jawabnya.

"Saya menghadiri undangan perkawinan anak pejabat, namun saya ditolak masuk oleh petugas" imbuhnya.

"Kog bisa" Pak sopir menjadi penasaran dan gemes kali ya.

Masak ada orang sudah repot-repot berdandan untuk memenuhi undangan kog sesampaina disana di tolak mentah-mentah.

"Ini juga salah saya kog Pak " Minoel mencoba memberi penjelasan

"Saya tidak teliti ketika membaca kartu undangan ini"

"Disini tertulis :

Dress code
  • Batik buat pria
  • Kebaya buat wanita

Saya memakai baju pesta Pak "


Sopir taxi hanya bisa bilang "O"




Banyak yang diundang

Minoel juga diundang

Banyak yang datang memenuhi undangan.


Namun Minoel tidak dipilih, sebab dia tidak memenuhi kriteria untuk dipilih masuk kedalam perjamuan.

Dia tidak memenuhi kriteria dresscode yang ada.


Mat 22:14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."


Minoel adalah gambaran orang yang memenuhi undangan ini, namun tidak memperhatikan bagaimana dia harus berpakaian selayaknya

Mat 22:10-13
(10) Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.
(11) Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.
(12) Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.
(13) Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.


Minoel tidak pernah memahami dan melaksanakan instruksi yang diberikan sebelum memasuki ruang perjamuan.





with warm regards