Monday, March 31, 2008

Tersesat : I am lost :(



Ketika berada di persimpangan jalan



Ketika bertemu dengan tanda-tanda membingungkan



Anda bingung itu wajar

Anda akan tersesat itu wajar

Namun ketika Anda tidak memperhatikan tanda-tanda yang ada dengan seksama, itu akan lebih fatal akibatnya

Lost in time and space

Tersesat


Yes, I am lost!


Dua minggu yang lalu, eks staff saya yang hijrah ke Jakarta dan bekerja di salah satu provider networking communication mampir ke kantor bersama pacarnya.

Mereka mengantar kan ini



Kami ngobrol ngalor-ngidul-wetan-kulon.

Salah satu bahasan kami adalah tempat resepsi pernikahan mereka : saya tidak asing lagi dengan tempat tersebut, karena itu adalah salah satu restaurant langganan warga gereja. Dan kebetulan juga dulu ada salah satu satelit gereja yang menyewa tempat tersebut untuk keperluan ibadah, sebelum memiliki tempat permanen saat ini.

Pada hari H yang telah ditentukan, yaitu Sabtu 29 Maret 2008, saya memakai baju batik dan segera meluncur ke sana. Waktu menunjukkan pukul 19.00 sedangkan waktu undangan adalah 18.30.

Ah pikir saya, ini kan waktu Indonesia dimana sebagin besar jam terbuat dari karet

Namun nampaknya acara elah agak lama dimulai, terbukti dari tempat parkir yang full sampai meluber ke jalanan.

Saya buru-buru masuk.

Mengisi buku tamu

Tidak lupa mengisi kantong angpao juga

Kemudian saya menginjak the red carpet



Waw pikirku

Penerima tamu menyambut dengan antusias seolah-olah sudah kenal akrab.

Saya sambut sapaan salah satu penerima tamu dengan senyum bengong.

Lha gimana tidak bengong :

Begitu menyusuri the red carpet, saya mendengar kata sambutan dimana dia mengucapkan dua kalimat salam yang tidak mungkin di temui didalam kekristenan.

Terlebih ketika dia menyebut nama kedua mempelai.

Waks....I am totally lost...

Saya mencoba menghibur diri : ah, kali saya cuma salah masuk arena, mungkin target saya menyewa di room lain.

Saya mencoba menghubungi salah satu teman saya yang sama-sama mendapakan undangan : nihil. Ndak nyambung.

Wah apa aku salah tempat ya?



Muter sana muter sini, ternyata tetap saja saya tersesat!



Karena saya sudah terlanjur setor angpao dan tidaklah etis untuk menariknya kembali, maka saya masuk saja dan mencicipi salah satu makanan.

Ini adalah makanan termahal yang pernah saya beli : beberapa potong lontong, sate kambing dan sup kambing.

Saya tidak mungkin mencicipi makanan lainnya - bukan perkara najis atau tidak, namun perkara daya tampung.

Harap maklum, karena jam 18.00 saya sudah makan duluan - normalnya kan tidak makan, namun berhubung hari itu saya lagi doa puasa full day, maka saya harus makan di rumah dulu atau saya akan kelimpungan.

Tidak berapa lama kemudian saya putuskan untuk pulang saja.

Saya sempatkan jepret sana jepret sini buat bahan tulisan ini.



Sesampainya diluar, saya perhatikan kembali nama yang tertampang di papan bunga yang berderet banyak sekali.

Ah memang benar, itu bukan nama eks staf saya.

Betapa cerobohnya saya

Saya tidak membaca tanda-tanda dengan seksama

Saat masuk, saya hanya membaca sponsor-sponsor atau pengirim karangan bunga ucapan selamat!

Satu hal dalam pikiran saya adalah : bagaimana reaksi sang mempelai ketika membuka angpao dari saya ?

Berhubung kartu undangan saya tinggal di kantor, maka baru hari ini saya bisa mengecek ulang kebenaran undangan.

Ini dia

Undangan tertanggal 22 Maret, bukan 29 Maret



Betapa fatalnya akibat sikap ceroboh yag saya lakukan

Ini mengingatkan saya akan kecerobohan Adam dan Hawa [Kejadian pasal 3]


Gen 3:11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"

Tuhan bertanya : Siapa yang kamu dengarkan?

Sikap kurang hati-hati dalam mendengar sangat tidak baik.

Gen 3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"

Padahal Tuhan berfirman

Gen 2:16-17
(16) Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
(17) tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."



Jadi, perhatikan tiga hal ini

1. Perhatikan bagaimana cara mendengar

Ini akan mempengarui seberapa dalam informasi tersebut masuk

2. Perhatikan apa yang kau dengar

Ini akan mempengaruhi masa depanmu

3. Perhatikan siapa yang kau dengar

Ini akan mempengaruhi sosok panutan




With warm regards

2 comments:

Jerry-lyn said...

Hey, I'm Angel from Malaysia.. Interesting blog you have here. Though It took me some time to get the gist of the whole thing is about.

Oh, found your blog through Google. As I was searching for any places where I could download certain Indonesian P&W songs i recently got "addicted" to coz my music search engine cannot read the titles which I typed. lol.

your language is indeed very unique I would have to say. the grammer and spelling to be more spesific. Tried looking for some versus you provided (using a Bahasa Melayu Bible) . But I think it's sort of different from yours in terms of language..

Oh, feel free to come visit my blog. But it's nothing like yours for sure.

God Bless you.

Jerry-lyn said...

Do update yea